Kamis, 17 Januari 2013

sejarah sepak bola indonesia


Perkenalkan nama saya Mey Adisaputra saya lahir pada tanggal 19-05-1998. Saya tinggal bersama kedua orangtua saya yang sangat menyayangi saya dan saudara-saudara saya. saya hidup begitu bahagia walaupun saya keluarga saya sederhana. Blog saya berisi tentang persepak bolaan INDONESIA.


Sejarah Sepak Bola Indonesia


Sejarah sepak bola Indonesia mulai tercatat sepak bola mulai dimainkan di Indonesia pada akhir tahun 1920, yaitu ditandai dengan adanya bukti sejarah yang menyatakan tentang adanya pertandingan sepak bola atau voetbal yang sering diadakan untuk meramaikan pasar malam.sering kali digelar untuk meramaikan pasar malam.

Kemudian selang 5 tahun kemudian, yaitu tepatnya tahun 1925 berdirilah Persidja dan dilanjutkan dengan terbentuknya Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) pada 19 April 1930 di Yogyakarta. Memasuki tahun 1938 Indonesia lolos ke Piala Dunia. Akan tetapi terdapat hambatan pada pengiriman tim Indonesia (Hindia Belanda). Hal ini dikarenakan organisasi sepak bola mililik Belanda di Jakarta, Nederlandsche Indische Voetbal Unie (NIVU), menginginkan pemain NIVU yang dikirim, bukan pemain dari PSSI. Dan pada akhirnya kesebelasan yang berangkat ke piala dunia tahun 1938 merupakan pemain-pemain dari NIVU tanpa pemain dari PSSI, dan menggunakan bendera NIVU yang diakui oleh FIFA.
Dalam perkembangannya PSSI menjadi anggota resmi FIFA pada tanggal 1 November 1952. Bergabung ke dalam keanggotaan AFC pada tahun 1952. Dan bahkan turut memplopori berdirinya AFF. Dalam sejarah yang panjang, kita memiliki beberapa pemain yang sempat bersaing di tingkat Internasional. Sebut saja Kurniawan, Ramang, Ronny Pattinasarani, Sucipto Suntoro,  dan Tan Liong Houw.

Dari sekian panjang catatan sejarah sepak bola Indonesia dengan sempat melahirkan pemain-pemain yang sempat bersaing di tingkat internasional, sepak bola Indonesia tetap saja tidak memiliki kemajuan yang berarti, bahkan beberapa tahun belakang, sepakbola kita malah tambah terpuruk. Jangankan melahirkan pemain-pemain yang dapat bersaing di tingkat internasional, dan meraih berbagai prestasi prestisius lainnya, persepak bolaan kita saat ini sangat carut marut dan kacau. Hal ini sebenarnya harus dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua untuk kejayaan persepak bolaan Indonesia kedepannya.


Transformasi Kostum Timnas dari Masa ke Masa



1353593745627131887
Kostum timnas Piala AFF 2012 (bola.kompas.com)
Salah satu elemen penting yang akan menyita perhatian pecinta sepakbola ASEAN di Piala AFF adalah kostum timnas masing-masing Negara peserta. Seperti lazimnya pesta sepakbola di belahan dunia lain dimana peserta datang dengan membawa nuansa baru maka timnas Indonesia tampil dengan jersey baru mereka. Sebagai salah satu kekuatan sepakbola tradisional di Asean yang coba bangkit, Indonesia telah resmi memperkenalkan jersey terbaru mereka. Jersey timnas Indonesia masih didominasi warna merah dan putih dengan sedikit polesan hijau.
Menarik untuk menelisik lebih jauh tentang transformasi seragam timnas Indonesia dari masa ke masa. Penampilan internasional pertama Indonesia di kancah resmi terjadi di Asian Games 1951 di New Delhi India ketika itu timnas kalah 0-3 dari India dan kostum yang dipakai adalah merah putih, sebelumnya ketika masih dibawah Hindia Belanda dan tampil di Piala Dunia 1938 kostum timnas berwarna Orange-putih-biru. Oranye merupakan warna kebesaran timnas Belanda sekarang.Pada era 50an timnas Indonesia juga memperkenalkan kostum hijau-putih. Warna Hijau identik dengan warna organisasi PSSI. Dengan jersey hijau ini timnas pernah tampil bagus pada PPD 1958 dengan nyaris lolos ke Piala Dunia di Swedia.
13535938131591115113
Timnas Indonesia pada PPD 1986 (bolanews.com)
Ketika era 60-an kostum timnas ada 3 macam, ini karena saat itu PSSI membentuk tiga timnas. selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan “Skandal Senayan”, sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSIhanya membuat satu timnas. Setelah itu sepanjang tahun 1964 sampai 1975 kostum timnas merah-putih atau putih-putih dengan gambar Garuda besar dari bagian dada hingga perut.
13535966981087522738
Timnas "emas" Sea Games 1987 (bolanews.com)
Pada pra olimpiade 1976 Montreal dimana timnas hampir lolos sebelum dikalahkan drama adu penalti oleh Korea Utara, timnas Indonesia kembali memakai jersey Hijau-putih. Jersey hijau-putih dipakai sampai tahun 1981. Setelah itu timnas kembali dengan jersey andalannya dengan warna dominan merah-putih. Saat Pra Piala Dunia 1986 ketika berjumpa Korea Selatan dan kalah 0-2 & 1-4 timnas kembali memperkenalkan kostum hijau-hijau. Di Sea Games 1987 dan 1991 saat timnas membawa pulang medali emas, Indonesia datang dengan warna kebesarannya merah-putih. Sampai tahun 1996 timnas selalu tampil dengan dominan warna merah-putih atau putih-putih.
13535939372095709801
Timnas Piala Asia 2000
Pada tahun 1996 digelar piala Asia yang mengambil tempat di negeri teluk UEA. Indonesia tampil bagus dimana salah satu gol dari Widodo dinobatkan sebagai gol terbaik. Ketika itu timnas tampil dengan kostum merah-merah, selain merah-merah warna putih-putih menjadi pilhan kedua. Setahun kemudian di Sea Games 1997 Fachy Husaini dkk yang kala itu kalah di final memakai baju dominan merah dengan balutan putih dan celana warna putih.
1353594064541129170
Timnas Sea Games 1997 (bolanews.com)
Jersey merah-merah dan putih-putih untuk kostum kedua seringkali digunakan setelah sea Games 1997 seperti di Piala Asia 2000 dan piala AFF 2004. Memori jersey putih dan hijau kembali di hidupkan saat Piala Asia 2007 di Indonesia. Warna putih-hijau menjadi kostum kedua setelah merah-putih, ketika kalah dari Bahrain 0-10 timnas memakai seragam putih-hijau. Selepas itu timnas selalu tampil dengan warna kebesarannya merah-putih dengan kostum tandangnya atau kostum kedua hijau-putih.
13535952011406294104
Kostum kedua(tandang) timnas di Piala AFF 2010 (goal.com)
Transformasi kostum timnas dari masa ke masa telah melahirkan banyak kenangan, prestasi dan kekecewaan yang mengiringi pencapaian timnas kita. Yang pasti dari dedade 50 sampai sekarang gambar Garuda selalu terpajang di kostum setiap pemain timnas. Mari berharap di piala AFF 2012 dengan kostum baru yang elegan bisa membawa prestasi bagus bagi timnas, setidaknya membawa tropi piala AFF untuk kali pertama.

Prestasi Sepakbola

Indonesia Dari Masa Ke

Masa

Timnas Indonesia mendapat dukungan hebat dari rakyat Indonesia, dari yang tidak suka menjadi suka dengan sepakbola. Keberhasilan masuk Final AFF 2010 ditambah pemberitaan yang gencar oleh media serta masuknya pemain naturalisasi, betul-betul menjadi euforia sebagian besar masyarakat Indonesia. Terlebih,-menurut beberapa pengamat- inilah sisa-sisa kebanggaan bangsa di tengah keterpurukan dalam berbagai hal.

Hindia Belanda Saat Piala Dunia 1938 Sumber id.wikipedia.org
Tapi tahukah anda bagaimana prestasi sepakbola bangsa Indonesia, ada beberapa catatan manis namun ada juga yang mengecawakan. Indonesia (dulu Hindia Belanda) tahun 1938 menjadi negara pertama Asia  yang ikut dalam Piala Dunia di Perancis. Dalam grup Asia hanya ada dua negara yaitu Indonesia dan Jepang.Namun, Jepang mengundurkan diri karena terlibat perang dengan Cina. Dalam Piala Dunia 1938, Hindia Belanda hanya bermain satu kali kalah telak 6 gol tanpa balas. Dan ini lah pertandingan pertama dan terakhir Indonesia di Piala Dunia. Selanjutnya Indonesia di ajang Piala Dunia tak pernah lolos kualifikasi Asia.

Bagaimana dengan prestasi di Asia ? Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger). Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2005. Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.


Pahlawan Indonesia di Semifinal AFF 2010, Sumber : loetuye.com
Wajar saja euforia berlebih ketika ikut AFF 2010, karena Indonesia puasa gelar juara hampir 19  tahun setelah terakhir juara  SEA Games Manila tahun 1991.  Catatan manis dengan Phillipina masih ada  ketika Indonesia menang 13-1  pada Piala AFF 2002 dan menjadi kemenangan terbesar tim nas. Sedang kekalahan terbesarketika di bantai Denmark  dalam pertandingan Persahabtaan  pada tahun 1974 di Copenhagen. Sedang kostum kebanggaan dengan gambar burung garuda di dada, pertama kali di pakai ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962.

Ironis sebagai salah satu negara yang berpenduduk terbanyak di dunia tak mampu membentuk 11 pemain hebat, yang mengharu-biru persepakbolaan di dunia. Siapa yang salah ? Silahkan yang ahlinya berpikir keras.. peningkatan  pesepakbola usia dini sudah, kompetisi yang baik sudah, lalu .. emang karena nggak bakat kalee…

Daftar Pelatih Timnas Indonesia Dari Masa ke Masa

Bagi yang ingin tahu,tentang Timnas sepak bola Indonesia
Tim nasional sepak bola Indonesia pernah memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938.
Walau Saat itu Timnas masih membawa nama Hindia Belanda,dan Hebatnya kalah 6-0 dari Hongaria. Hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan Timnas di turnamen final Piala Dunia. Ironisnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan memiliki masyarakat dengan minat yang sangat tinggi terhadap olahraga sepak bola, menjadikan sepak bola olahraga terpopuler di Indonesia (selain bulu tangkis),namun Indonesia tidaklah termasuk jajaran tim-tim kuat di Konfederasi Sepak bola Asia.
Dan inilah nama2 pelatih Timnas,dari dulu sampai sekarang.


1938 Johannes Christoffel van Mastenbroek (Belanda)

1951-1953 Choo Seng Quee (Singapura)

1954-1964 Antun Pogacnik (Yugoslavia)

1966-1970 E.A. Mangindaan (Indonesia)

1970. Endang Witarsa (Indonesia)

1971-1972 Yusuf Balik (Turki)

1972-1974 Suwardi Arland (Indonesia)

1974-1975 Aang Witarsa (Indonesia)

1975-1976 Wiel Coerver (Belanda)

1976-1978 Suwardi Arland (Indonesia)

1978-1979 Frans Van Balkom (Belanda)

1979-1980 Marek Janota Polandia

1980-1981 Bernd Fischer Jerman

1981-1982 Harry Tjong Indonesia

1982-1983 Sinyo Aliandoe Indonesia

1983-1984 Trio Basiska(M. Basri, Iswadi Idris dan Abdul Kadir) (Indonesia)

1985-1987 Bertje Matulapelwa (Indonesia)

1987. Sinyo Aliandoe (Indonesia)

1987-1991 Anatoly Polosin (Rusia)

1991-1993 Ivan Toplak (Yugoslavia)

1993-1995 Romano Mattè (Italia)

1995-1996 Danurwindo (Indonesia)

1996-1997 Henk Wullems (Belanda)

1998. Rusdy Bahalwan (Indonesia)

1999. Bernard Schumm (Jerman)

1999-2000 Nandar Iskandar (Indonesia)

2000-2001 Benny Dollo (Indonesia)

2002-2004 Ivan Venkov Kolev (Bulgaria)

2004-2007 Peter Withe (Inggris)

2007. Ivan Venkov Kolev (Bulgaria)

2008-2010 Benny Dollo (Indonesia)

2010-2011 Alfred Riedl (Austria)

2011-2012 wim rijsbergen (Belanda)

2012 Aji Santoso (Indonesia)(versi Djohar Arifin)

2012- Alfred Riedl (Austria) (versi KPSI)

2012- Nil Maizar (Indonesia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar